SELAMAT DATANG DI BLOG PERHIMPUNAN JURNALIS AJATAPPARENG (PIJAR). DAPATKAN BERITA AKTUAL SEPUTAR AJATAPPARENG DI BLOG INI. KARYA ANDA JUGA DAPAT DIMUAT, SILAHKAN KIRIM KE E-MAIL pijarcomunity@gmail.com TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN DAN PARTISIPASI ANDA

Senin, 18 Februari 2008

Zain Katoe Deklarasikan Diri Maju di Pilwakot

Laporan: Arif Saleh

PAREPARE---Calon Wali Kota Parepare incumbent, Zain Katoe secara resmi menyatakan diri untuk maju sebagai calon wali kota pada Pilawakot Parepare, Agustus mendatang di sela-sela kegiatan orientasi fungsionaris Golkar Parepare, kemarin.

Menurut Zain Katoe, keinginan dirinya untuk maju kembali sebagai calon wali kota, didasari atas restu dari DPD I Golkar Sulsel. “ Saya sudah siap maju di Pilkada. Apalagi sudah mendapat restu dari DPD I. Tapi tetap menunggu juga hasil survey dan konvensi Golkar,” tegasnya kepada SINDO.


Selain restu DPD I Golkar, mantan Wakil Ketua DPRD Parepare ini, juga mengakui sudah mendapat restu dari Ketua Umum DPP Golkar, Jusuf Kalla. “ Secara lisan saya sudah mendapat restu dari beliau (Jusuf Kalla) untuk maju kembali,” sebutnya yang didampingi Sekertaris DPD II Golkar Parepare, Kaharuddin Kadir.

Sementara itu, Ketua Umum DPD I Golkar Sulsel Amin Syam, secara terbuka mendukung pencalonan Zain Katoe sebagai calon wali kota. Saat memberikan sambutan di orientasi fungsionaris Golkar Parepare, mantan Gubernur Sulsel ini meminta Zain Katoe untuk maju kembali. “ Secara pribadi saya mendukung pencalonan Pak Zain Katoe sebagai calon wali kota. Tetapi itu tetap kembali ke mekanisme partai, seperti proses survei dan konvensi,” katanya yang disambut ratusan kader golkar di Hotel Pare Wisata, kemarin.

Selain mendukung Zain Katoe, mantan Ketua DPRD Sulsel, juga menyarankan agar baliho yang bergambar zain katoe diperbanyak di beberapa tempat. Sebab ia menilai, baliho dan spanduk Zain Katoe sangat kurang terpasang di beberapa tempat di Parepare. Padahal baliho dan spanduk bisa membantu mensosialisasikan diri kepada masyarakat.

Selengkapnya »»

Kemenangan Idi’Si Dekatkan Target Nasional Golkar

Laporan: Arif Saleh

PAREPARE---Kemenangan pasangan Idris Galigo dan Said Pabokori (Idi’Si) di Pilkada Bone, yang diusung oleh Partai Golkar, semakin mendekatkan target DPP Golkar untuk meraih 60 persen kemenangan dalam Pilkada di seluruh Indonesia.


Fungsionaris DPP Golkar, Syamsul Bahri mengatakan, kemenangan Idi’Si merupakan kesyukuran tersendiri bagi Golkar. Hal tersebut membuktikan, bahwa pasangan yang diusung Golkar, merupakan pilihan tepat. Selain itu, hasil survei yang dilakukannya sebelum pemelihan tidak jauh beda dengan hasil perolehan suara saat ini. “ Hasil survei kita perbedaannya sangat kecil. Dan saya kira ini sebuah keberhasilan untuk Golkar, atas usaha dan kerja kader dalam memenangkan pasangan yang diusung. Saya berharap bahwa Pak Idris bisa membawa Bone lebih baik lagi. Apalagi dia sudah tahu, apa kekurangan sebelumnya, ” katanya saat ditemui SINDO di sela-sela kegiatan Orientasi Fungsionaris Partai Golkar Parepare, di Hotel Pare Wisata, kemarin

Setelah Bone lanjutnya, Golkar kembali mengincar posisi Wali Kota di Pilwakot Palopo untuk incumbent Tenriadjeng. Selain itu, Golkar berusaha untuk memenangkan semua pilkada di daerah Sulsel selama 2008 ini. “ Kita akan memangkan semua Pilkada di Sulsel. Kami tidak pakai isitilah sapu bersih, tapi dengan istilah memenangkan semua calon yang diusung Golkar,” katanya.

Sekertaris Fraksi Golkar DPR RI ini, juga membantah tundingan bahwa calon Golkar hanya untuk Incumbent saja. Menurutnya, incumbent yang diusung Golkar murni dilakukan karena masih mempunyai popularitas di masyarakat. “ Hasil survei juga mendukung. Sehingga Golkar mengusungnya kembali. Tapi bukan berarti, golkar hanya untuk incumbent. Makanya survei itu kami lakukan,” ujar Korbid OKK DPP Golkar ini.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Amin Syam, menyambut baik kemenangan pasangan Idi’Si di Pilkada Bone. Menurutnya, kemenangan Idi’Si tidak jauh beda dengan hasil survei yang dilakukan DPD I sebelumnya.

Terkait pelaksanaan Pilkada di Sulsel, Penjabat Gubernur Sulsel, Achmad Tanribali Lamo, meminta kepada seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tetap netral dalam pelaksanaan Pilkada tersebut. “Netralitas PNS tetap harus dijaga dalam pelaksanaan Pilkada nanti, “ katanya saat menghadiri HUT Parepare, Minggu (17/02).

Selain itu, Tanri juga mengharapkan dalam peyelenggaraan Pilkada nanti, tidak ada lagi kerancuan data pemilih.”Permasalahan ini harus diantisipasi lebih awal agar tidak menimbulkan kekisruhan di masyarakat, “ harapnya.

Selengkapnya »»

Belasan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Parepare


Laporan: Alfiansyah Anwar

PAREPARE---Belasan rumah warga di Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan rusak diterjang angin kencang, Senin (18/2). Selain rumah warga, sejumlah atap bangunan fasilitas umum juga terbang terbawa angin.


Menurut salah seorang warga, Makmur Aswandi (30 tahun), sejak sepekan ini, angin kencang kerap melanda kota berjuluk Bandar Madani tersebut. “Sejumlah atap dan dinding rumah warga rusak akibat angin kencang tersebut,” ungkap Makmur.

Pantauan Media Indonesia menyebutkan, sejak hari Sabtu (16/2) sampai hari Senin (18/2) sudah terdapat 18 rumah rusak akibat angin kencang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Selain rumah, atap bangunan pasar seni di Jalan Mattirotasi juga rusak diterjang angin kencang. Prediksi Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) setempat menyebutkan, kecepatan angin mencapai 20 knot perjam.

Angin kencang ini juga merusak satu unit rumah adat Toraja di Hotel Kenari Bukit Indah, Parepare. Hampir seluruh atap bangunan adat tersebut rusak diterjang angin. Akibatnya, pengelola hotel mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Angin kencang juga memicu tingginya gelombang di perairan Parepare dan Kabupaten Barru. Akibatnya, sejumlah nelayan terpaksa menganggur.

Kepala Adminstrasi Pelabuhan (Adpel) Parepare, Nurwahidah Tahir sudah mengeluarkan surat peringatan kepada perusahaan pelayaran agar berhati-hati dengan angin kencang dan gelombang tinggi tersebut. “Kami sudah melayangkan surat peringatakan kepada peusahaan pelayaran utamanya kapal yang berukuran kecil untuk sementara tidak berlayar akibat cuaca buruk ini,” kata Nurwahidah kepada Wartawan, baru-baru ini.

Peringatan ini pun dipatuhi sejumlah nahkoda kapal pengangkut barang ukuran kecil di Pelabuhan Cappa Ujung dan Lontangnge Parepare. Salah seorang pemilik kapal Nasir mengaku melarang nakhodanya untuk berlayar dari pelabuhan Parepare menuju ke Kalimantan Timur.

“Kami belum tahu kapan akan berlayar membawa barang kebutuhan pokok ke Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur. Semoga cuaca buruk seperti gelombang tinggi ini bisa segera berakhir,” kata Nasir.

Selengkapnya »»

Minggu, 17 Februari 2008

Jurnalis-Aktivis Bersinergi Kritisi Anggaran di Parepare


Laporan: alfiansyah Anwar

PAREPARE---Puluhan jurnalis dan aktivis mahasiswa di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengikuti pelatihan analisis anggaran. Dalam pelatihan tersebut, jurnalis dan aktivis memperoleh pengetahuan dan diharapkan mampu mengkritisi anggaran yang tidak berpihak kepada rakyat.


Pelatihan analisis anggaran ini berlangsung selama dua hari mulai Sabtu (16/2) sampai Minggu (17/2) di Hotel Kenari Bukit Indah Parepare. Pelatihan ini diselenggarakan Yayasan Lembaga Pengkajian Ekonomi dan Masyarakat (LP2EM), The Asia Foundation (TAF) dan LSM PATTIRO Jakarta.

Sejumlah wartawan media cetak dan elektonik yang tergabung dalam Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar) serta aktivis mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang dasar penyusunan APBD, azas dan fungsi anggaran. Selain itu, peserta pelatihan ini juga dibimbing mengkritisi anggaran APBD yang tidak memihak kepada publik.

Tampil sebagai narasumber pada pelatihan ini yakni Praktisi Pers, Yasser Latif dan dua narasumber LSM PATTIRO Jakarta, Fitriah dan Maya Rostanty.

Praktisi Pers, Yasser Latif mengungkapkan, LSM, Mahasiswa dan Jurnalis merupakan tiga pilar penting dalam memajukan pembangunan. Karena itu, mereka perlu bersinergi untuk melakukan advokasi anggaran dalam mewujudkan good governance atau pemerintahan yang baik.

Sementara itu, Direktur YLP2EM, Ibrahim Fattah mengatakan, tujuan kegiatan ini agar jurnalis dan mahasiswa lebih terampil menganalisa anggaran yang tidak berpihak kepada masyarakat miskin.

Salah seorang jurnalis media cetak nasional, Syahlan mengaku mendapat banyak pengetahuan soal penyusunan hingga pelaksaanan anggaran. Utamanya menyangkut dana APBD. “Secara detail pemateri membimbing peserta menganalisa anggaran iirasional yang selama ini banyak dilakukan di tingkat legislatif maupun eksekutif. Karena itu, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi jurnalis dan aktivis mahasiswa untuk lebih mengkritisi APBD,” kata Syahlan.

Hal serupa juga dikatakan salah seorang aktivis mahasiswa dari AMSIR Parepare, Jumriana. Menurutnya, kegiatan ini semoga bisa berkesinambungan dan peserta yang ikut benar-benar melakukan bersinergi untuk mengawal APBD.

Selengkapnya »»

Sabtu, 16 Februari 2008

Titik Longsor Sidrap Mulai Terbuka, Warga Berobat Gratis


Laporan: Alfiansyah Anwar

SIDRAP (MEDIA) : Ratusan warga dusun yang sempat terisolir akibat jalan longsor di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan kini mendapat pengobatan gratis. Kegiatan ini dilakukan pemerintah kabupaten untuk memberikan pelayanan kesehatan ke dusun terpencil.

Posko kesehatan ini didirikan di Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Sulawesi Selatan. Puluhan warga mulai anak-anak sampai orang tua memadati posko kesehatan.


Petugas medis menyebutkan, umumnya warga usia lanjut menderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Sedangkan anak-anak rata-rata menderita diare. Selain itu, petugas medis juga memberikan imunisasi ke sejumlah bayi.

Pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan memang belum maksimal. Apalagi, akses jalan menuju ke wilayah tersebut medannya sangat sulit ditembus petugas medis.

Seperti yang sempat terjadi di empat dusun yakni Dusun Lariu, Matajang, Langgara Tungngga dan Tabaro. Ke empat dusun di Desa Tana Toro ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua. Bahkan akibat longsor di sejumlah titik, warga hanya bisa berjalan kaki.

Hingga kini, pemerintah setempat sudah membuka akses jalan yang longsor tersebut. Selain itu, program pemerintah untuk membuka jalur dusun terisolasi masih terus dilakukan.

Ketua tim Satkorlak yang juga Wakil Bupati Sidrap, Musyafir Kelana mengatakan, sudah membuka titik longsor dengan menggunakan alat berat. “Saat ini, warga sudah kembali beraktivitas seperti bekerja di kebun. Pemerintah juga sudah memberikan penanganan bencana seperti pengobatan gratis untuk meringankan beban warga yang berada di desa terisolir tersebut,” kata Musyafir kepada Media Indonesia, Sabtu (16/2).

Selengkapnya »»